Cloud Chasing dalam Vape: Definisi, Perbedaan, dan Tips

cloud chasing

Cloud chasing bukan sekadar tren sesaat di dunia vape. Istilah ini semakin sering muncul di kalangan vapers dan media sosial. Banyak vapers yang penasaran tetapi mereka belum mengetahui secara jelas apa itu cloud chasing.

Sebelum ikut mencoba atau sekadar memahami hype-nya, kamu perlu mengenal lebih jauh semua tentang cloud chasing.

Melalui artikel ini, kita akan mengupas tuntas definisi, perbedaannya dengan cloud chase, hingga tips melakukannya. Jadi, simak sampai selesai, ya!

Apa Itu Cloud Chasing dalam Vape?

Cloud chasing dalam vape adalah aktivitas vaping yang berfokus pada produksi uap sebanyak dan sepadat mungkin dalam satu hembusan.

Di sini, tujuan utamanya bukan lagi sekadar menikmati rasa liquid atau memenuhi kebutuhan nikotin, melainkan menciptakan gumpalan uap tebal yang terlihat dramatis dan mampu menarik perhatian.

Banyak vapers melatih teknik tarikan, pengaturan airflow, hingga pemilihan device demi menghasilkan uap yang panjang, pekat, dan bertahan beberapa detik di udara. 

Cloud chasing sering menjadi kompetisi untuk menguji siapapun yang mampu menghasilkan cloud terbesar dan paling impresif.

Lalu apa bedanya dengan cloud chaser? Cloud chasing adalah kegiatannya, sedangkan cloud chaser merupakan sebutan untuk orang yang melakukannya.

Ketika seorang vaper rutin berlatih, mengikuti kompetisi, atau bahkan menjuarai kompetisi, orang tersebut layak disebut cloud chaser. Salah satu kompetisi yang baru-baru ini diselenggarakan adalah The CLOUDS Bender by TRML.

Acara tersebut merupakan Cloud Trick Competition yang menjadi ajang vapers memamerkan kemampuan mereka dalam membuat bentuk-bentuk uap vape yang unik, seperti bentuk jellyfish seperti yang ada di foto berikut:

trik vape menghasilkan uap vape berbentuk jellyfish atau ubur-ubur

Kenapa Cloud Chasing Menjadi Tren?

Fenomena ini tentu tidak muncul begitu saja. Ada beberapa faktor yang membuat cloud chasing menjadi tren yang populer, antara lain:

1. Daya tarik visual yang kuat

Cloud chasing menghadirkan efek visual dramatis saat uap tebal membentuk awan besar di udara. Banyak vapers merasa puas ketika hembusan terlihat padat dan panjang. 

Usaha mengatur device terbayar lewat tampilan yang impresif, sehingga tak sedikit yang membagikan hasilnya di media sosial.

2. Ada tantangan teknis di baliknya

Cloud chasing menuntut pemahaman tentang airflow, baterai, dan build coil yang tepat. Banyak vapers menikmati proses trial and error untuk menemukan setelan paling optimal dan aman. 

Tantangan teknis tersebut membuat aktivitas ini terasa lebih serius dan mengasah keterampilan, bukan sekadar vaping biasa.

3. Bagian dari identitas komunitas

Cloud chasing menjadi bagian kuat dari kultur komunitas vape. Aktivitas ini memiliki kompetisi, istilah khusus, dan figur yang dikenal karena kemampuannya. 

Keterlibatan aktif membantu vapers membangun relasi dan rasa kebersamaan, sehingga tren ini terus berkembang di berbagai komunitas.

Baca insight tentang liquid berikut:

Kelebihan

Sebelum memutuskan untuk mendalami aktivitas ini, berikut kelebihan cloud chasing yang begitu menarik bagi vapers:

1. Mengasah skill dan pemahaman device

Cloud chasing akan membuat kamu lebih paham tentang cara kerja device vape. Kamu bisa belajar cara mengatur airflow, menentukan watt yang sesuai, dan membangun coil dengan resistensi yang tepat.

Proses ini tidak instan, kamu perlu mencoba beberapa kombinasi sampai menemukan setelan yang optimal. Kemudian, kamu harus semakin teliti karena setiap pengaturan berpengaruh pada performa dan keamanan

2. Memperluas relasi dan pengalaman komunitas

Aktivitas cloud chasing juga membuka peluang untuk terlibat lebih dalam di komunitas vape. Banyak vapers saling berbagi tips, pengalaman, dan rekomendasi setup.

Kamu bisa mengikuti event atau kompetisi yang menguji kemampuan cloud chasing. Interaksi seperti ini membangun rasa kebersamaan dan membuat hobi terasa lebih seru karena tidak kamu jalani sendirian.

Kekurangan

Setelah kelebihan, pastinya terdapat beberapa kekurangan cloud chasing yang perlu kamu pertimbangkan. Berikut kekurangan cloud chasing:

1. Membutuhkan biaya lebih besar

Cloud chasing biasanya memerlukan device dengan spesifikasi tertentu, seperti mod bertenaga tinggi dan atomizer yang mendukung produksi uap maksimal.

Perlengkapan tersebut tentu membutuhkan anggaran lebih daripada device standar.

2. Risiko dan keterbatasan penggunaan

Penggunaan daya tinggi membuat baterai lebih cepat habis dan device bekerja lebih keras. Jika kamu tidak memahami aspek keamanan dengan baik, risiko kesalahan penggunaan bisa meningkat.

Selain itu, uap yang sangat tebal kurang cocok untuk penggunaan di ruang publik atau tempat tertutup karena bisa mengganggu orang lain.

Tips Cloud Chasing

Sekarang saatnya kamu mengetahui berbagai tips yang bisa kamu lakukan untuk menghasilkan uap lebih maksimal. Berikut tips cloud chasing:

1. Gunakan device yang memang dirancang untuk uap besar

Kalau kamu serius ingin mengejar cloud tebal, pilih device yang mendukung. RDA (Rebuildable Dripping Atomizer) masih menjadi pilihan utama karena desainnya memungkinkan aliran udara besar dan ruang build deck yang luas.

Padukan dengan mod bertenaga stabil, idealnya dual battery dan mampu bermain di 80-100 watt atau lebih. Device yang tepat akan memudahkan kamu mengontrol performa cloud chasing tanpa memaksakan sistem kerja alat.

2. Perhatikan airflow dan drip tip

Produksi uap sangat bergantung pada sirkulasi udara. Gunakan RDA dengan airflow besar agar udara masuk maksimal dan bercampur sempurna dengan uap dari coil.

Jangan lupa, pilih drip tip wide bore (lubang lebar) supaya aliran uap tetap lancar saat kamu hembuskan. Kombinasi airflow lega dan drip tip lebar membantu menghasilkan cloud yang lebih padat dan konsisten.

3. Bangun coil dengan setup yang tepat

Cloud chasing menuntut build dual coil dengan resistensi rendah (sub-ohm) di kisaran 0,10-0,20 ohm. Kamu bisa mencoba coil seperti Ni80 atau jenis exotic coil seperti fused clapton atau alien untuk memperluas permukaan pemanasan.

Pastikan pemasangan kapas tidak terlalu padat atau terlalu longgar agar liquid terserap optimal tanpa dry hit.

4. Gunakan liquid dengan VG tinggi

Pilih liquid dengan kandungan VG tinggi, minimal 70% VG agar hasil lebih maksimal. Semakin tinggi VG, semakin tebal uap yang akan kamu hasilkan.

Rasio 80/20 atau max VG sering jadi pilihan cloud chaser karena fokus pada produksi uap, bukan throat hit.

5. Kuasai teknik dan utamakan keamanan

Gunakan teknik direct-to-lung (DTL) dengan airflow terbuka penuh, tarik napas langsung ke paru-paru selama beberapa detik, lalu hembuskan perlahan namun bertenaga.

Yang terpenting pahami hukum ohm dan baterai. Gunakan baterai original dengan CDR sesuai build kamu, dan selalu cek kondisi fisiknya. Cloud besar memang menarik, tetapi keamanan tetap menjadi prioritas.

Cloud chasing memang terlihat seru dan penuh tantangan, apalagi saat berhasil mengeluarkan uap tebal yang memuaskan secara visual.

Namun di balik itu, kamu tetap perlu memahami teknik, perangkat, dan aspek keamanannya agar pengalaman vaping tetap nyaman dan terkendali.

Mau mencoba trik vape dan menghasilkan cloud berbentuk unik? Terapkan tips di atas dan ajak temanmu untuk mencoba trial and error bersama. Share artikel ini ke mereka agar kalian bisa segera mencobanya!

Jangan lewatkan juga insight berikut:

Related Post

VERIFIKASI USIA

Anda setidaknya harus berumur 21+ untuk mengakses website kami.