Pernah gak, sih, ketika jalan, nongkrong, atau saat kerja kamu selalu ngepuff? Baru puff tapi satu atau dua detik kemudian kamu puff lagi. Kebiasaan menghisap atau vaping secara terus menerus ini disebut dengan chain vaping.
Hal ini sering dialami pengguna tanpa sadar, padahal baru menghisap tapi tiba-tiba reflek menghisap lagi. Kebiasaan chain vaping ini memiliki dampak yang tidak baik untuk performa perangkat kamu juga, loh.
Biar gak jadi kebiasaan, menjaga kualitas rasa, hingga menghemat biaya, baca artikel ini sampai tuntas untuk mengetahui dampak, penyebab dan cara mengatasi chain vaping!
Apa Itu Chain Vaping?
Chain vaping yaitu kegiatan menghisap berkali-kali dengan cepat, dan jeda yang sangat singkat. Terkadang, kebiasaan ini muncul tanpa disadari pengguna, ini bisa dipicu dari kebiasaan merokok yang seringkali menghisap tanpa jeda yang panjang.
Chain vaping hanya memberikan jeda singkat, sehingga device kamu tidak mampu mengikutinya. Perilaku ini dapat menyebabkan asupan nikotin yang berlebihan karena pengguna terus menghirup uap tanpa waktu bagi tubuh untuk menyesuaikan diri atau memproses nikotin.
Penyebab Vapers Suka Chain Vaping
Sebagian vapers suka melakukan chain vaping bisa jadi karena:
- Kebiasaan merokok
Penyebab chain vaping pertama adalah kebiasaan merokok yang mendarah daging. Mantan pengguna rokok umumnya tanpa sadar menyamakan kadar nikotin dari rokok. Jika merasa kadar nikotin dari liquid rendah, mereka akan ngevape nonstop. - Rasa liquid yang bikin nagih
Suka dengan rasa liquid tertentu tanpa sadar bisa membuat vapers melakukan chain vaping karena pengen ngerasain manisnya terus menerus alias ketagihan. - Efek hand-to-mouth habit
Apa maksud hand-to-mouth habit yang dialami vapers? Seseorang yang merasa gabut atau gak ada kerjaan, tanpa sadar akan menggerakkan tangannya dan vaping. Inilah yang juga menjadi penyebab seseorang terus chain vaping. - Stres atau anxiety
Orang yang lagi stres atau lagi banyak masalah sering meluapkannya dengan cara chain vaping. - Pengaruh sosial
Penyebab chain vaping yang dialami seseorang adalah pengaruh circle sosial. Seseorang yang sering kumpul dengan vapers di tempat nongki seringkali memicu kebiasaan yang sama, yaitu vaping terus-terusan.
Dampak Chain Vaping
Ngevape tanpa henti memiliki dampak langsung baik untuk kesehatan tubuh maupun bagi device kamu. Berikut adalah dampak dari chain vaping, antara lain:
a. Dampak bagi kesehatan
Berikut dampak chain vaping pada kesehatan:
1. Overdosis Nikotin
Chain vaping menyalurkan nikotin ke aliran darah lebih cepat dan dalam jumlah yang besar. Banyaknya hisapan dalam waktu singkat menyebabkan penyerapan nikotin lebih banyak dan bertumpuk.
Dari sisi kardiovaskular, vaping secara akut dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah. Setiap sesi vaping meningkatkan detak jantung sekitar 11 denyut per menit dan tekanan darah sistolik sekitar 13 poin.
Kebiasaan ngebul tanpa henti menimbulkan paparan ini, sehingga sistem kardiovaskular memiliki waktu pemulihan lebih sedikit.
2. Dehidrasi dan Vapers Tongue
Cairan liquid mengandung Propylene Glycol (PG) dan Vegetable Glycerin (VG) yang dapat menyerap kelembaban (higrokopis). Oleh karena itu, chain vaping memicu tenggorokan menjadi sangat kering.
Jika dibiarkan terus menerus, chain vaping dapat menyebabkan vapers tongue. Lidah akan mati rasa dan kamu kehilangan kemampuan mengecap rasa liquid. Selain itu, ngevape terlalu sering dan cepat dapat menyebabkan pusing dan mual.
3. Gangguan Tidur (Insomnia)
Nikotin merupakan zat stimulan. Jika kamu ngevape terus menerus pada sore atau malam hari, otak akan terstimulasi untuk tetap bekerja sehingga memicu insomnia. Oleh karena itu, chain vaping sebaiknya dihindari karena bisa menyebabkan insomnia.
b. Dampak Bagi Device
Selain kesehatan, ngevape tanpa jeda juga berdampak pada device yang vapers gunakan, lo. Berikut beberapa efek chain vaping pada device:
1. Baterai Terlalu Panas
Dampak chain vaping pada device yang pertama adalah baterai akan overheat. Device vape yang digunakan terus menerus dapat menyebabkan baterai panas.
Lambat laun tekanan panas yang berlebih membuat kesehatan baterai menurun dan mengurangi kapasitas pemakaian. Baterai bisa rusak lebih cepat dan kamu harus membeli baterai yang baru.
2. Coil Cepat Rusak
Ketika kamu melakukan chain vaping, kapas dalam coil tidak memiliki waktu yang cukup untuk menyerap liquid lagi. Hal tersebut membuat coil cepat rusak sehingga menyebabkan kapas kering.
Saat kamu menghisap akan menimbulkan rasa dry hit. Jika coil sudah menyebabkan dry hit, kamu harus coiling dan wicking lagi.
3. Liquid Cepat Habis
Kebiasaan ngevape tanpa henti membuat kamu mengkonsumsi liquid dengan lebih boros. Artinya pengeluaran bulanan untuk ngevape akan membengkak.
Cara Menghindari
Tidak mau ‘kan menanggung dampak-dampak yang disebutkan di atas? Ikuti cara menghindari chain vaping agar tidak jadi kebiasaan:
1. Periksa Kadar Liquid
Kalau kamu merasa kadar nikotin terlalu rendah, kamu perlu mengganti liquid dengan kadar nikotin yang lebih tinggi. Terutama buat kamu yang beralih dari rokok konvensional. Ini dapat membantu kamu mengatasi chain vaping.
2. Hidrat
Untuk mengantisipasi adalah dehidrasi, sediakan air minum di dekat kamu. Hal ini dilakukan untuk mengurangi efek kekeringan yang disebabkan oleh propylene glycol (PG) dan vegetable glycerin (VG).
3. Ambil Jeda
Salah satu cara efektif untuk menghindari chain vaping adalah dengan mengambil jeda secara teratur dari setiap hisapan. Dengan berhenti sejenak kamu akan memberi waktu bagi tubuh dan device kamu untuk istirahat dan mencerna.
4. Ganti Rasa
Tanpa disadari kamu merasa ketagihan dengan rasa liquid, sehingga ingin menghisap terus tanpa jeda. Jadi, salah satu solusi dari ini yaitu mengganti rasa/flavour liquid yang membuat kamu bisa berhenti sejenak saat vaping.
Ganti rasa liquid juga membantu vapers mencegah vape tongue yang menyebabkan liquid terasa hambar saat vaping. Baca selengkapnya apa itu vape tongue.
5. Mindful Vaping
Sadari kebiasaan vaping dan alasan di balik kamu vaping. Analisis apakah kebiasaan chain vaping kamu benar-benar kecanduan atau sekedar keinginan sesaat. Belajar kapan harus berhenti dan menetapkan batasan untuk diri sendiri, hal ini mengajarkan kamu cara vaping yang lebih terkontrol dan seimbang.
Chain vaping seringkali terjadi karena kebiasaan atau dilakukan secara tidak sadar. Namun, kamu bisa mencegah kebiasaan buruk ini dengan tips dan cara seperti artikel ini.
Jangan lupa share artikel ini ke orang-orang yang relate disekitar kamu, supaya membantu mereka bisa menghentikan kebiasaan ngebul tanpa henti dan tanpa tahu waktu!
Baca juga:



