Cara Priming Coil dan Manfaatnya untuk Umur Coil

cara priming coil

Pernah gak sih saat vaping, tapi tiba-tiba ada rasa gosong yang muncul? Bisa jadi, penyebabnya karena kamu tidak melakukan priming coil. Kesalahan ini masih sering dilakukan oleh pengguna vape.

Padahal, langkah ini penting untuk menjaga kualitas rasa sekaligus memperpanjang usia pakai coil. Jika coil dipasang dalam kondisi kapas masih kering, kapas bisa terbakar dan menimbulkan sensasi gosong saat menghisap vape.

Selain risiko dry hit, tidak melakukan priming coil dapat mempercepat kerusakan coil, sehingga pengalaman vaping menjadi kurang nyaman. Lalu, sebenarnya apa itu priming coil? Bagaimana cara melakukannya dengan benar? Simak artikel dibawah ini untuk mendapatkan jawabannya!

Apa Itu Priming Coil?

Priming coil adalah proses membasahi kapas pada coil baru sebelum digunakan. Tujuan priming coil adalah agar kapas menyerap liquid secara merata, sehingga tidak terbakar saat pertama kali dihisap.

Coil yang baru memiliki kapas yang benar-benar kering, sehingga jika langsung kamu gunakan tanpa melakukan priming dapat menyebabkan kapas terbakar karena belum menyerap liquid dengan maksimal.

Oleh karena itu, penting untuk melakukan priming coil. Selain untuk menjaga kualitas rasa tetap optimal, cara ini juga membantu memperpanjang usia coil dan memuat pengalaman vaping menjadi lebih nyaman. 

Artikel terkait: [Panduan] Coil Vape: Jenis, Ukuran, dan Harga

Pentingnya Priming Coil 

Melakukan priming coil hanya membutuhkan waktu beberapa menit. Namun, manfaatnya cukup besar, dan membantu kamu menjaga kualitas rasa dari liquid, serta performa perangkat. Berikut beberapa alasan pentingnya melakukan priming coil:

1. Mencegah Dry Hit

Manfaat pertama melakukan priming coil adalah mencegah terjadinya dry hit atau rasa gosong yang muncul saat kamu menghisap vape. Kapas yang sudah terbasahi liquid akan lebih siap menerima panas, sehingga tidak mudah terbakar saat hisapan pertama. 

Dengan begitu, kamu bisa menikmati rasa liquid yang tetap optimal tanpa terganggu sensasi gosong yang membuat pengalaman vaping menjadi kurang nyaman.

2. Menjaga kualitas Rasa Liquid

Priming coil juga dapat membantu kamu menjaga kualitas rasa liquid. Karena kapas yang menyerap liquid dengan sempurna mampu menghasilkan cita rasa yang lebih optimal. 

Dengan demikian, kamu bisa menikmati rasa liquid secara maksimal, tanpa ada aroma gosong akibat kapas yang terbakar. 

3. Menjaga Performa Coil Tetaap Stabil

Selain menghasilkan rasa liquid yang maksimal. Priming coil juga membantu proses penguapan lebih merata. Hal ini membuat coil bekerja lebih stabil, sehingga produksi uap menjadi lebih konsisten.

Hasilnya pengalaman vaping terasa lebih puas dan performa perangkat tetap optimal.

4. Memperpanjang Umur Coil

Coil yang digunakan dalam kondisi kapas kering, cenderung lebih cepat rusak, karena kapas berisiko terbakar ketika terkena panas. Sebaliknya, jika kapas sudah menyerap liquid dengan baik, coil dapat bekerja lebih optimal dan memiliki masa pakai yang lebih lama. 

Dengan melakukan priming coil, kamu tidak hanya menjaga kualitas rasa, tetapi juga mengurangi frekuensi penggantian coil sehingga penggunaan vape menjadi lebih efisien. 

Cara Priming Coil

Proses priming coil sangat sederhana, dan bisa kamu lakukan dengan mengikuti beberapa langkah di bawah ini:

1. Kenali Jenis Coil

Sebelum melakukan priming, pastikan kamu mengenali jenis coil yang kamu gunakan. Karena coil yang tertanam pada cartridge (built-in) memiliki cara priming yang berbeda dengan coil yang terpisah dengan cartridge.

2. Teteskan Liquid Ke Kapas

Untuk replaceable coil, teteskan liquid pelan-pelan tepat pada setiap lubang kapas yang terlihat di sisi coil. Lakukan sampai kapas berubah warna menjadi lebih gelap dan tampak basah. Sebagai langkah awal kamu bisa meneteskan sekitar 3-5 tetes liquid.

Semantara, untuk built-in coil seperti coil pada cartridge yang didesain menyatu, proses mengisi cartridge dengan liquid bisa kamu lakukan sekitar setengah hingga tiga perempat dari kapasitasnya. Setelah terisi, diamkan beberapa saat agar liquid meresap dengan sempurna. 

3. Tunggu Selama Beberapa Menit

Tahap ini seringkali vapers lewati padahal sangat penting. Setelah coil terpasang dan cartridge terisi liquid, diamkan device dalam keadaan tegak selama 4-5 menit agar liquid benar-benar meresap ke seluruh bagian kapas. 

4. Gunakan dengan Watt Rendah Terlebih Dahulu

Setelah proses priming selesai, nyalakan vape dan atur watt pada rentang rendah yang direkomendasikan untuk coil. Hindari langsung menggunakan watt tinggi karena kapas masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi.

Setelah beberapa hisapan awal, kamu dapat mulai menggunakan device secara normal dan menaikkan watt secara bertahap sesuai rekomendasi coil.

Tak hanya priming coil, perawatan pada coil berikut juga perlu kamu lakukan agar vaping semakin memuaskan:

Kesalahan Priming Coil

Meskipun terlihat sederhana, masih banyak pengguna vape yang melakukan kesalahan saat melakukan priming coil. Berikut ini beberapa kesalahan umum yang harus kamu hindari saat memasang coil vape, antara lain: 

1. Tidak Menunggu Kapas Menyerap Liquid

Salah satu kesalahan yang paling sering terjadi adalah langsung menggunakan vape setelah mengisi liquid. Jika coil kamu gunakan saat kapas yang masih kering, risiko dry hit akan meningkat dan coil lebih cepat rusak. 

Sehingga, penting untuk menunggu sekitar 4-5 menit hingga kapas menyerap liquid dengan sempurna.

2. Menggunakan Watt Terlalu Tinggi

Daya terlalu tinggi di tarikan pertama dapat mempercepat kerusakan coil. Coil baru butuh proses adaptasi terhadap panas. Oleh sebab itu, gunakan watt pada batas terendah yang direkomendasikan, kemudian tingkatkan secara bertahap hingga mencapai daya yang sesuai.

3. Memberi Liquid Terlalu sedikit atau Terlalu Banyak

Priming coil bukan berarti membanjiri kapas dengan liquid. Jika liquid yang diberikan terlalu sedikit, kapas tidak akan jenuh sepenuhnya sehingga meningkatkan risiko dry hit. 

Sebaliknya, jika liquid berlebihan masuk ke jalur udara dan menyebabkan bunyi berkumur atau liquid naik ke mulut, dikenal dengan istilah spit back. Oleh karena itu, teteskan liquid secukupnya hingga kapas terlihat lembab.

Priming coil adalah proses sederhana yang bisa kamu lakukan untuk menjaga kenyamanan vaping kamu. Dengan priming yang benar, kamu bisa menghindari rasa dry hit, menjaga performa dan umur coil, hingga mendapatkan rasa yang maksimal.

Jangan ragu untuk share artikel ini ke sesama vapers, agar mereka juga bisa menjaga kenyamanan vaping, dan terhindar dari rasa gosong yang mengganggu saat vaping!

Banyak vapers mempertanyakan settingan coil, temukan jawabannya di artikel berikut:

Related Post

VERIFIKASI USIA

Anda setidaknya harus berumur 21+ untuk mengakses website kami.