Pernah mengalami liquid (lq) habis lebih cepat dari waktu seharusnya? Rasanya kamu baru saja isi ulang, tetapi dalam waktu singkat liquid sudah berkurang cukup banyak. Tidak sedikit orang mengalami hal ini tanpa menyadari penyebab pastinya.
Nyatanya, ada beberapa hal yang memengaruhi cepat atau lambatnya liquid habis seperti durasi penggunaan dan kebiasaan vaping sehari-hari.
Dengan memahami faktor-faktor tersebut, kamu bisa menggunakan lq dengan lebih efisien tanpa mengurangi rasa dan kenyamanan. Untuk informasi lengkapnya, simak artikel ini sampai habis, ya!
Durasi Penggunaan Liquid
Durasi penggunaan liquid tidak bisa kita hitung secara pasti karena tergantung kebiasaan vaping pengguna.
Frekuensi penggunaan, durasi hisapan, dan jenis device yang kamu gunakan menjadi faktor utama yang menentukan seberapa cepat lq habis.
Pada penggunaan normal, liquid bisa bertahan dari satu hingga beberapa hari, tergantung intensitas penggunaan. Pengguna yang melakukan hisapan panjang dan sering, tentu akan menghabiskan liquid lebih cepat daripada pengguna yang vaping secara lebih terkontrol.
Selain itu, setelan daya pada device juga berpengaruh. Semakin besar daya yang kamu gunakan, semakin banyak lq yang diuapkan dalam sekali penggunaan.
Jenis liquid turut memengaruhi durasi penggunaan. Liquid dengan komposisi PG/VG tertentu bisa terasa lebih boros saat digunakan pada device yang tidak sesuai.
Dengan memahami beberapa faktor tersebut, kamu bisa memperkirakan durasi penggunaan lq sesuai kebutuhan dan menyesuaikan cara vaping agar lebih hemat.
Cara Agar Liquid Tidak Cepat Habis
Supaya liquid tidak cepat habis, berikut ada beberapa cara agar liquid tidak cepat habis:
1. Gunakan watt sesuai rekomendasi coil
Penggunaan watt yang terlalu tinggi sering menjadi penyebab utama liquid cepat habis. Banyak pengguna tergoda menaikkan watt demi menghasilkan uap tebal, padahal hal tersebut membuat lq menguap lebih cepat dari yang seharusnya.
Setiap coil memiliki rentang watt ideal yang sudah sesuai dengan kemampuan pemanasan dan penyerapan liquid. Jika melebihi batas watt tersebut, lq akan terbakar secara berlebihan dan terasa boros.
Untuk penggunaan yang lebih efisien, sebaiknya mulai dari batas watt rendah sesuai rekomendasi, lalu naikkan perlahan hingga menemukan titik nyaman di mana rasa tetap maksimal tanpa mengorbankan banyak liquid.
2. Hindari chain vaping tanpa jeda
Chain vaping atau kebiasaan menghisap vape secara terus-menerus tanpa jeda dapat mempercepat habisnya liquid.
Saat menggunakan device berulang kali dalam waktu singkat, suhu coil dan lq akan meningkat dan tidak sempat stabil. Kondisi ini membuat liquid menjadi lebih encer dan mengalir terlalu cepat ke kapas, sehingga jumlah lq yang terbakar menjadi lebih banyak.
Selain boros, chain vaping juga berisiko merusak coil lebih cepat. Memberi jeda setelah beberapa kali hisapan memungkinkan suhu kembali normal, sehingga penguapan lebih terkendali dan penggunaan lq menjadi lebih hemat.
3. Pilih resistensi coil yang sesuai kebutuhan
Resistensi coil sangat memengaruhi konsumsi liquid. Coil dengan resistensi rendah umumnya menghasilkan uap lebih tebal, tetapi juga membutuhkan daya lebih besar dan menghabiskan lq lebih cepat.
Jika kamu vaping untuk kebutuhan harian atau sekadar pengganti rokok, coil dengan resistensi menengah hingga tinggi bisa menjadi pilihan yang lebih efisien.
Dengan resistensi yang tepat, konsumsi liquid dapat lebih hemat tanpa mengurangi kepuasan rasa. Menyesuaikan kadar nikotin dengan jenis coil juga membantu mengurangi frekuensi vaping, sehingga liquid tidak cepat habis.
4. Atur airflow secara bijak
Airflow yang terlalu terbuka sering kali membuat pengguna menarik hisapan lebih panjang agar rasa tetap terasa. Tanpa disadari, hal ini justru meningkatkan durasi pemanasan coil dan mempercepat habisnya lq.
Airflow yang lebih tertutup dapat membantu menghasilkan rasa yang lebih padat dan hisapan lebih singkat.
Selain itu, kebiasaan meniup uap sebelum menghisap pada device sebaiknya kamu hindari karena hanya membuang liquid yang sudah diuapkan. Pengaturan airflow yang tepat membantu menjaga keseimbangan rasa, uap, dan efisiensi lq.
5. Rutin mengecek kebocoran dan kondisi device
Liquid tidak selalu habis karena penggunaan, tetapi juga bisa berkurang akibat kebocoran kecil yang sering tidak disadari.
Kondisi karet penutup, cartridge, atau bagian konektor yang mulai longgar dapat menyebabkan liquid merembes sedikit demi sedikit. Jika dibiarkan, kebocoran ini bisa menghabiskan cukup banyak lq dalam jangka waktu tertentu.
Membersihkan dan mengecek device secara rutin membantu mencegah pemborosan yang tidak perlu. Dengan perawatan sederhana, kamu dapat menggunakan liquid lebih maksimal dan pengalaman vaping tetap nyaman.
6. Sesuaikan cara menghisap dengan jenis vape
Cara menghisap vape sering kali disamakan untuk semua device, padahal setiap jenis device memiliki karakter berbeda. Menghisap terlalu panjang pada device yang seharusnya untuk tarikan pendek, membuat liquid terbakar lebih banyak.
Pada device dengan tarikan ketat, hisapan yang perlahan dan stabil sudah cukup untuk menghasilkan rasa. Sementara itu, tarikan yang terlalu agresif membuat coil bekerja lebih keras dan liquid cepat berkurang.
Dengan menyesuaikan gaya hisapan sesuai jenis device yang digunakan, konsumsi liquid bisa lebih terkontrol dan pemakaian terasa lebih efisien tanpa mengurangi kepuasan.
Dengan memahami durasi penggunaan serta cara agar lq tidak cepat habis, kamu bisa menikmati vaping dengan lebih nyaman dan efisien. Kebiasaan sederhana dan pengaturan yang tepat mempunyai dampak besar untuk penggunaan lq.
Jika artikel ini bermanfaat, jangan ragu untuk membagikannya ke orang terdekat agar mereka juga bisa vaping lebih hemat dan bijak.
Baca artikel terkait liquid berikut:



