Tahukah kamu? Cara menghisap vape berbeda dengan cara menghisap rokok konvensional. Banyak pengguna terutama pemula yang masih mengira bahwa ngevape cukup dengan puff aja.
Padahal, ada teknik khusus yang perlu diperhatikan agar pengalaman vaping nyaman tanpa gangguan. Tidak hanya sekedar menghisap lalu menghembuskannya. Teknik yang digunakan juga mempengaruhi rasa liquid, jumlah uap yang dihasilkan, hingga kenyamanan vaping kita.
Kalau kamu masih bingung cara menghisap vape dengan benar, simak artikel ini hingga tuntas untuk mendapatkan jawaban dan menjaga pengalaman vaping kamu, ya!
Cara Menghisap Vape
Untuk mendapatkan sensasi vaping yang nyaman, ada dua teknik menghisap vape yang paling umum, yaitu MTL dan DTL. Berikut adalah teknik sedot vape yang bisa kamu lakukan:
1. MTL
MTL (Mouth to Lung) adalah teknik menghisap vape dengan cara memasukkan uap ke dalam mulut terlebih dahulu, lalu menahannya selama beberapa detik sebelum dihirup ke paru-paru.
Teknik satu ini seperti orang yang sedang merokok konvensional. Sedot uapnya ke mulut, tahan sebentar, lalu masukin ke paru-paru.
Teknik MTL memberikan sensasi halus dengan throat hit yang lebih terasa. Oleh karena itu, teknik ini paling cocok digunakan pada pod system yang umumnya memiliki coil dengan resistansi tinggi dan menggunakan liquid dengan kandungan nikotin yang tinggi seperti salt nic.
2. DTL
DTL atau Direct to Lung adalah teknik sedot vape dengan cara menarik uap langsung ke paru-paru tanpa berhenti di mulut. Berbeda dengan MTL, teknik satu ini menghasilkan asap yang lebih tebal dan sensasi hisapan yang lebih smooth di tenggorokan.
Karena membutuhkan aliran udara yang lebih besar, teknik DTL umumnya digunakan pada mod vape atau device dengan daya yang lebih besar.
Cocok buat kamu yang suka could tebal dan sensasi vaping yang lebih nendang tanpa throat hit tajam. Liquid yang digunakan memiliki kadar nikotin rendah kisaran 0-6 MG dengan VG tinggi untuk menghasilkan uap yang tebal.
Teknik Hisap untuk Pemula
Setiap vapers perlu menyesuaikan teknik hisapan dengan kebutuhan vaping kamu. Kamu seorang pemula dan beralih dari rokok konvensional ke rokok elektrik alias vape? Kami menyarankan menggunakan teknik MTL atau Mouth to Lung karena lebih mudah dan memberikan sensasi yang mirip dengan rokok konvensional.
Berikut adalah langkah-langkah cara sedot vape dengan teknik MTL untuk pemula:
- Menghisap dari mulut
Langkah pertama yang bisa kamu lakukan yaitu dengan menarik uap secara perlahan menggunakan mulut selama beberapa detik. Fokuskan mengisi mulut dengan uap vape selama beberapa detik, bukan langsung menelan ke paru-paru. - Tahan uap tersebut kisaran 2 hingga 3 detik
Sebelum dihirup ke paru-paru. Langkah ini membantu menghasilkan rasa liquid yang lebih maksimal sekaligus mengurangi resiko tersedak dan batuk. - Hisap ke dalam paru-paru
Setelah itu, tarik napas secara perlahan hingga uap masuk ke paru-paru, seperti saat bernapas secara normal. - Hembuskan secara perlahan
Keluarkan uap secara perlahan melalui mulut. Dengan teknik ini, uap akan keluar lebih halus sehingga pengalaman vaping terasa lebih nyaman.
Tips Hisap Vape Agar Tidak Batuk
Batuk saat menghisap vape merupakan kondisi umum yang sering terjadi. Hal ini bisa terjadi karena teknik menghisap yang kurang tepat, kadar nikotin yang terlalu tinggi, atau belum terbiasa dengan uap vape.
Agar aktivitas vaping lebih nyaman, berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan:
1. Kadar Nikotin
Pilih kadar nikotin yang sesuai dengan kebutuhan vaping kamu. Kadar nikotin yang terlalu tinggi memberikan throat hit kuat yang memicu batuk.
Jika kamu adalah seorang pemula, pilih kadar nikotin sesuai dengan kebutuhan tubuh kamu. Kamu juga bisa menyesuaikan dengan kebiasaan merokok kamu. Dengan begitu, tenggorokan akan lebih mudah beradaptasi dan vaping lebih nyaman.
Liquid jenis salt nic bisa jadi pilihan yang tepat jika kamu membutuhkan kadar nikotin yang tinggi. Namun, jika kamu mulai ingin menurunkan kadar nikotinnya, kamu bisa beralih ke freebase.
2. Teknik Sedot
Teknik sedot vape berbeda dengan menghisap rokok konvensional. Pilih teknik yang sesuai dengan kebutuhan kamu, antara MTL (Mouth to Lung) atau DTL (Direct to Lung).
Jika kamu adalah seorang pemula atau baru beralih dari rokok konvensional, teknik MTL bisa jadi pilihan yang tepat. Jika kamu adalah seorang yang ingin mencari pengalaman kamu bisa menggunakan teknik DTL.
Hindari menghisap vape terlalu kuat karena dapat memicu uap yang langsung masuk ke tenggorokan dan menyebabkan batuk saat vaping.
Sebaiknya, hisap secara perlahan dan tahan selama satu hingga dua detik di dalam mulut. Kemudian, hirup ke paru-paru atau langsung hembuskan sesuai teknik vaping yang digunakan.
Teknik ini membantu menghasilkan rasa yang lebih maksimal dan mengurangi rasa tidak nyaman di tenggorokan.
Cara Mengatasi Batuk Saat Vaping
Jika kamu masih batuk, meskipun sudah menggunakan teknik menghisap vape yang benar. Kamu bisa mengatasinya batuk saat vape dengan beberapa cara berikut ini:
1. Hindari Chain Vaping
Jika tenggorokan mulai tidak nyaman, beri jeda beberapa saat sebelum kembali menghisap vape. Kebiasaan chain vaping atau menghisap vape secara terus-menerus dapat membuat tenggorokan menjadi kering hingga memperparah batuk.
2. Perbanyak Minum Air Putih
Uap vape dapat membuat mulut dan tenggorokan terasa lebih kering. Oleh sebab itu, perbanyakan konsumsi air putih agar tenggorokan tetap lembab selama vaping.
3. Pilih Liquid yang Sesuai
Cara mengatasi batuk saat vaping selanjutnya adalah memilih liquid dengan benar. Liquid dengan PG yang tinggi, cenderung menghasilkan throat hit yang lebih kuat. Jika tenggorokan mudah iritasi, kamu bisa mencoba liquid dengan kadar VG yang lebih tinggi karena uap yang dihasilkan lebih lembut.
4. Periksa Kondisi Coil
Coil yang sudah kotor atau hampir habis masa pakainya dapat menghasilkan rasa gosong yang memicu batuk. Periksa apakah coil masih dalam kondisi baik dan segera ganti jika performanya menurun.
5. Sesuaikan Pengaturan Watt
Watt yang terlalu tinggi dapat membuat liquid menguap terlalu cepat sehingga menghasilkan uap yang lebih panas. Jadi, sesuaikan pengaturan watt dengan rekomendasi coil agar proses vaping tetap nyaman.
Menghisap vape, tidak bisa sembarangan karena dapat mempengaruhi sensasi vaping. Kamu bisa memilih cara hisap vape yang benar melalui teknik MTL (Mouth to Lung) atau DTL (Direct to Lung). Sesuaikan teknik hisapnya dengan gaya vaping kamu.
Share artikel ini ke sesama vapers, agar mereka dapat menentukan teknik sedot vape yang tepat, dan menambah sensasi vaping supaya makin nendang.
Baca Juga:



