Kenapa Rasa Liquid Berbeda Tiap Device? Ini Tips Agar Rasa Konsisten

kenapa rasa liquid berbeda tiap device

Banyak pertanyaan dari vapers kenapa rasa liquid berbeda tiap device yang masuk ke Kami. Perbedaan rasa liquid yang keluar sangat mungkin terjadi, tergantung pada device yang kamu gunakan.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi. Oleh karena itu, Kami juga akan membahas bagaimana cara mendapatkan flavour liquid yang konsisten dan dijamin puas. Simak informasinya berikut ini! 

Penyebab Rasa Liquid Berbeda

Liquid sama tapi rasa yang keluar berbeda dialami banyak vapers. Ada yang merasa liquid a hanya kompatibel di device a, tetapi ada juga yang berpendapat liquid a masih sama enaknya di device lainnya.

Rasa liquid yang keluar di tiap device bisa berbeda itu mungkin-mungkin saja. Beda device, beda juga pengalaman vape yang didapatkan dan settingan. Daripada bingung, berikut penyebab flavour liquid berbeda di tiap device : 

1. Desain Coil dan Resistensi Tiap Device Berbeda

Alasan kenapa rasa liquid berbeda tiap device yang pertama adalah coil dan resistensinya. Coil menjadi salah satu faktor yang paling penting karena mempengaruhi rasa liquid yang keluar.

Coil pada device vape berperan untuk memanaskan liquid. Jika coil berbeda, panas yang dihasilkan juga berbeda sehingga mempengaruhi karakter liquid yang dihasilkan. 

Tak hanya itu, coil juga mempengaruhi output uap vape yang dihasilkan. Namun, kali ini kita tidak akan fokus membahas uap melainkan karakter flavour yang keluar.

Agar kamu makin paham, berikut penjelasannya:

  • Coil dengan resistansi rendah (sub-ohm, di bawah 0,6Ω) biasanya digunakan pada watt yang lebih tinggi. Coil jenis ini menghasilkan uap lebih banyak dan tebal. Karena panasnya lebih tinggi, rasa liquid tertentu bisa terasa terlalu manis, kurang detail, atau malah sedikit “ketutup” oleh panas dan banyaknya uap.
  • Coil dengan resistansi lebih tinggi (sekitar 0,8Ω – 1,5Ω) bekerja pada suhu yang lebih rendah. Hasil uapnya memang tidak sebesar sub-ohm, tapi rasa liquid biasanya terasa lebih terasa, clean, dan detail. Terutama liquid nic salt yang memang cocok digunakan di setup MTL atau pod system.

Tips dari kami agar coil dan settingan watt yang tepat sehingga rasa keluar maksimal, coba ikuti rekomendasi range daya atau watt coil-nya. Informasi tersebut pasti ada saat kamu membeli coil. Kamu bisa bermain di watt tersebut sampai menemukan rasa liquid terbaik menurutmu.

2. Output Watt Berbeda

Performa dari watt yang tiap device juga berbeda. Ada device yang memiliki output yang konsisten. Output watt yang konsisten membuat rasa liquid yang keluar juga stabil. 

Beberapa liquid, seperti liquid rasa fruity atau ice, lebih terasa pada suhu yang lebih rendah. Sementara itu, rasa liquid creamy dessert seringkali lebih baik dengan suhu uap yang lebih hangat untuk mengeluarkan kekentalannya.

Tips dari kami adalah coba setting dari watt lebih rendah dan naikkan perlahan sampai kamu merasa di watt optimal sampai liquid terasa seperti yang kamu inginkan.

3. Airflow 

Penyebab ketiga kenapa rasa liquid bisa berbeda tiap device adalah airflow. Airflow pada vape mempengaruhi nampol tidaknya rasa liquid yang keluar, lo.

Airflow menentukan seberapa banyak udara yang bercampur dengan uap saat vaping. Perbedaan airflow pada setiap device akan menghasilkan karakter hisapan yang berbeda juga.

Airflow yang lebih sempit, seperti pada device MTL, biasanya membuat rasa liquid terasa lebih pekat, padat, dan “nampol”. Sensasi hisapannya juga terasa lebih ketat, mirip seperti mengisap rokok.

Sebaliknya, airflow yang lebih terbuka, seperti pada device DTL, menghasilkan aliran udara dan uap yang lebih besar. Sensasinya jadi lebih ringan dan lega saat dihisap, walaupun bagi sebagian vapers rasa liquid bisa terasa lebih smooth atau kurang intense daripada MTL.

Oleh karena itu, kebanyakan pod system dibuat dengan airflow yang cenderung sempit agar flavor terasa lebih maksimal dan sensasinya lebih familiar untuk pengguna rokok atau pengguna salt nicotine. 

Sementara device mod umumnya menggunakan airflow lebih terbuka untuk menghasilkan produksi uap yang lebih banyak.

Tips dari Kami adalah gunakan device yang sensasi rasanya kamu inginkan. Apakah MTL atau DTL karena karakter liquid dan sensasi yang diberikan sangat berbeda.

Itulah kenapa liquid yang sama bisa memiliki rasa berbeda sehingga memberikan pengalaman vape yang berbeda juga.

Tips Vape Agar Rasa Konsisten di Tiap Device

Vapers yang emosi pasti sudah membuang liquid karena merasa zonk alias menyalahkan liquid. Padahal, liquid bisa saja tidak salah, tetapi kita saja yang belum tahu cara mengontrol device yang kita gunakan.

Nah, tips yang bisa kita rekomendasikan adalah paham komponen dan device. Berikut beberapa tips agar rasa liquid bisa keluar lebih konsisten dan maksimal:

  1. Gunakan setting watt sesuai rekomendasi yang tertera pada coil yang kamu gunakan.
  2. Coba atur watt secara bertahap, mulai dari level paling rendah lalu naik perlahan hingga menemukan rasa yang paling pas.
  3. Gunakan device dengan karakter yang sesuai atau serupa untuk jenis liquid yang sama, supaya karakter rasa tetap stabil dan tidak terlalu berubah.

Dengan memahami device yang kamu gunakan, kamu bisa mengontrol komponen dan fiturnya, kamu bisa mendapatkan sensasi liquid yang nampol.

Bagaimana? Sudah paham alasan kenapa rasa liquid berbeda tiap device ‘kan? Jadi, jangan langsung membuang liquid atau menyalahkan device, bisa jadi kamu belum setting device dengan benar.

Yuk, bagikan artikel ini ke teman sesama vapers agar sama-sama makin smart

Baca informasi lainnya tentang liquid:

Related Post

VERIFIKASI USIA

Anda setidaknya harus berumur 21+ untuk mengakses website kami.